Kapolres Langsa Silaturahmi ke Dayah Tsanawiyah Raudhatun Najah

Kapolres Langsa Silaturahmi ke Dayah Tsanawiyah Raudhatun Najah

- in Binmas
515
0

Tribratanewslangsa.co.id – LANGSA, Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa,SIK, bersama Rombongan Melakanakan Silaturrahmi ke Dayah Raudhatun Najah di Gampong (desa) Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur, Selasa,(12/9/2017)

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa,SIk, meminta agar Dayah ataupun Pesantren selaku lembaga pendidikan agama menjadi benteng terakhir terhadap penyalahgunaan narkoba.
Apalagi, peredaran narkoba kini bukan hanya di daerah perkotaan saja, bahkan sudah masuk ke desa-desa dan juga sekolah sehingga dikhawatirkan dapat berpengaruh negatif bagi generasi bangsa ini.
“Jadi, Dayah ataupun Pesantren harus bisa menjadi penghalau terakhir terhadap penyalahgunaan Narkoba dikalangan remaja Aceh,”ujar Kapolres

Dalam Silaturrahmi ini Kapolres juga menyerahkan bantuan di dayah tersebut dan dihadiri oleh Para Kabag, Kasat, Kapolsek Langsa Timur dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dikatakan, bahwa penyalahgunaan narkoba kini sudah mulai merambat ke semua golongan dari orang dewasa hingga anak-anak usia sekolah maupun kalangan masyarakat kelas bawah hingga atas.

Untuk itu, keberadaan pesantren ataupun dayah selaku lembaga pendidikan agama memiliki peran penting dan harus menjadi penghalau terakhir terhadap narkoba ini, sehingga generasi bangsa tidak terpengaruh atau terlibat terutama bagi santri/wati.
Narkoba ini sengaja diedarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab hanya untuk memperkaya dirinya sendiri.
Jadi, agar anak-anak kita tidak terpengaruh penyalahgunaan narkoba, peran dari orang tua itu sendiri maupun elemen masyarakat agar mau bersatu bersama-sama dengan aparat keamanan untuk memberantas narkoba juga sangat penting sekali, sehingga dapat mempersempit gerak ruang dari pelaku/bandar narkoba.

Kendati demikian, yang paling penting adalah agar kita terus membentengi diri dengan iman dan taqwa, karena tidak menutup kemungkinan narkoba juga bisa masuk ke dayah atau pesantren.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, selain narkoba diera zaman globalisasi saat ini, perkembangan ilmu tekhnologi (IT) juga bisa berpengaruh buruk bagi kalangan remaja.Sebab, pengaruh globalisasi di Indonesia sudah sangat luar biasa dan tanpa batas seiring perkembangan IT yang kini sudah terakomodir mulai orang dewasa, remaja hingga anak-anak usia sekolah lewat android dengan berbagai aplikasi jejaring sosial seperti
Facebook, Twitter, Line, WhatsApp dan aplikasi sosial lainnya.
Namun, kita sadari perkembangan IT ini sangat bermanfaat bagi perkembangan peradaban manusia. Disisi lain, perkembangan IT juga sangat rentan sekali dengan pengaruh negatif seperti pornografi, bahkan, bisa berujung pada tindakan pergaulan bebas dan narkoba.

Makanya, keberadaan dayah atau pesantren juga salah satu penghalau terakhir bagi anak-anak kita tidak terpengaruh negatif atas ketersediaan dari berbagai sarana teknologi diera perkembangan globalisasi seperti sekarang ini.

Diharapkan, kepada para santri/wati agar benar-benar serius dan tekun belajar selama berada di dayah ini, sehingga ilmu agama yang sudah dimiliki nantinya bisa memperkuat diri dari hal-hal pengaruh negatif seperti narkoba dan sarana teknologi seperti sekarang ini.

Penulis : Hendra
Editor   : FH Satria
Publish : Agus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Wakapolsek Manyak Payed Meminpin Patroli Jalan Kaki di Pasar Tualang Cut

Tribratanewslangsa.co.id-LANGSA, Wakapolsek Manyak Payed Ipda Darwin Azahari dan